Van Dijk Sabet Penghargaan UEFA Club Footballer of the Year

Pada ajang yang digelar di Monaco tersebut, bek tengah Liverpool menjadi pemain bertahan pertama yang sukses meraih gelar bergengsi ini. Hal ini juga membuktikan bahwa sepakbola telah berubah.

UEFA Club Footballer of the Year pertama kali digelar pada musim 1997-98 lalu dan Ronaldo menjadi pemain pertama yang menerima penghargaan ini yang kala itu masih membela Inter Milan.

Pemain top seperti David Beckham, Fernando Redondo, Stefan Effenberg, Deco dan Steven Gerrard adalah nama-nama yang juga sukses menerima penghargaan ini setelah membawa klubnya menjadi juara Liga Champions. Sementara Gianluigi Buffon mendapatkan penghargana ini pada tahun 2003 meskipun Juventus kalah di final dari AC Milan lewat drama adu penalty.

Format penghargaan ini berubah pada musim 2010-11 dan menjadi UEFA Men’s Player of the Year. Andres Iniesta melewati musim 2011-12 dengan luar biasa, bahkan ketika Chelsea mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions, dan performanya bersama tim nasional Spanyol di EURO 2012 membuatnya diganjar penghargaan ini.

Namun penghargaan ini seringkali diberikan kepada pemain-pemain kreatif dan juga pencetak gol terbanyak. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo beberapa kali bergantian meraih penghargaan ini bersama para legenda seperti Zinedine Zidane, Ronaldinho, Kaka, Diego Milito dan Franck Ribery.

Performa luar biasa Virgil Van Dijk bersama Liverpool pada musim lalu membuat bek tim nasional Belanda ini menjadi pemain bertahan pertama yang menerima penghargaan top UEFA ini.

Pujian Dari Klopp

“Sukses besar,” ujar pelatih Liverpool Jurgen Klopp. “Sangat jarang pemain bertahan mendapatkan penghargaan seperti ini. Ini adalah pertanda baik bagi dunia sepakbola.

“Tentu saja kami senang mencetak gol namun orang-orang kini lebih mementingkan lini pertahanan.

“Virg adalah bek yang sangat fantastis, 100% pemain bertahan terbaik di dunia saat ini, jadi ia sangat pantas mendapatkan penghargaan tersebut.”

Klopp memiliki argumentasi yang cukup benar. Pemain bertahan jarang menerima penghargaan ini. Fabio Cannavro pada tahun 2006 dan Matthias Sammer satu dekade sebelumnya menjadi dua contoh dalam sejarah sepakbola modern yang sukses menyabet gelar Ballon d’Or.

Pemain bertahan biasanya dituntut tidak boleh bermain ceroboh, bermain cerdas dan bisa menjadi benteng yang kokoh agar para pemain menyerang leluasa untuk mencetak gol. Sepakbola telah berubah saat ini. Permainan kolektif yang diperagakan tim-tim besar biasanya dihuni oleh beberapa pemain bintang. Dan mungkin dalam beberapa tahun kedepan beberapa dari pemain tersebut bisa mendapatkan penghargaan individu.

Beberapa pelatih top seperti Klopp dan Pep Guardiola lebih memilih untuk memiliki pemain yang cocok dengan gaya bermain tim, cocok dengan sistem dan tidak terobsesi untuk mencetak gol.

Liverpool dikenal cukup apik dengan kolektivitas yang mereka tampilkan. Sementara pemain bertipe menyerang seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane bisa dengan leluasa berkontribusi untuk mencetak gol.

Rekan satu tim Van Dijk, Alisson Becker, juga sukses meraih penghargaan bergengsi di Monaco sebagai penjaga gawang terbaik Eropa. Yang lebih mengherankan adalah Liverpool tidak terlalu menghamburkan uang untuk mendapatkan dua pemain tersebut dengan 142 juta pounds yang telah dikeluarkan Barcelona untuk mendatangkan Philippe Coutinho.

Ini menjadi kebijakan transfer Liverpool yang cukup cerdas dibawah naungan Klopp dan mereka memiliki kepercayaan diri bahwa mereka telah melakukan semuanya dengan baik.

Penghargaan yang diterima Van Dijk bisa dibilang karena kebijakan tersebut. Liverpool menjadi sebuah wadah baginya untuk mengeluarkan segenap kemampuannya, konsistensi, kekuatan dan visinya. Dan mantan bek Glasgow Celtic ini telah memberikan Liverpool rasa nyaman di belakang ketika meraih gelar Erope ke-6 mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *