Tugas Berat Menanti Conte, Sarri, Fonseca dan Giampaolo di Serie A

Serie A tampaknya akan menyuguhkan hal menarik musim depan setelah empat klub besar di liga siap bertarung dibawah asuhan pelatih anyar.

Juara bertahan Juventus secara mengejutkan tidak lagi menggunakan jasa Massimiliano Allegri meskipun sukses mempertahankan gelar juara dan menggantikannya dengan Mauruzio Sarri. Runner-up musim lalu, Napoli, masih berada dalam asuhan Carlo Ancetlotti.

Dua klub asal kota Milan juga menunjuk pelatih baru, Antonio Conte dan Marco Giampaolo. Sementara Paulo Fonseca menjabat sebagai pelatih anyar AS Roma.

Antonio Conte (Inter Milan)

Kembalinya Inter ke Liga Champions berakhir tak sesuai rencana pada musim 2018-19. Tim asuhan Luciano Spalletti tersingkir di babak penyisihan grup dan harus mengakui keunggulan Eintracht Frankfurt di babak 16 besar Europa League. Spalletti memang kembali membawa Inter meraih posisi empat besar dalam dua musim terakhir, namun target utama Conte adalah untuk memperbaiki performa Inter di kompetisi elit Eropa. Jika masih belum dapat menyamai kualitas Juventus, Inter pun harus mampu bersaing dengan Napoli yang finish 10 poin diatas mereka musim lalu.

Mauro Icardi juga akan mendapatkan perhatian khusus dari Conte jika penyerang asal Argentina itu tetap bertahan musim depan. Conte harus mampu mengeluarkan kualitas Icardi sebagai seorang striker berbahaya setelah musim lalu kurang menunjukkan performa terbaiknya setelah pencopotan ban kapten dan isu kontrak dengan pihak klub di paruh kedua musim. Jika Icardi hengkang, Conte diberitakan akan segera memboyong Romelu Lukaku yang menjadi target utama Inter musim depan.

Maurizio Sarri (Juventus)

Pekerjaan paling sulit telah menunggu Sarri musim depan untuk dapat mengikuti jejak Allegri yang sukses mengantarkan Juventus meraih lima Scudetti dalam lima musim terakhir. Juventus terakhir kali tidak meraih gelar juara adalah pada musim 2010-2011 dan jika Sarri tidak bisa mempertahankan dominasi mereka, masa baktinya mungkin akan singkat.

Ia juga akan menghadapi tugas berat untuk mengubah gaya bermain yang telah digunakan oleh Allegri dimana banyak kiritk menghampiri karena bermain bertahan. Hal ini berbeda dengan gaya bermain Sarri yang mengandalkan umpan-umpan pendek ketika ia memulainya di Napoli. Namun ia gagal memainkan gaya yang sama ketika melatih Chelsea musim lalu. Namun kembalinya ke Serie A bisa membuat Sarri kembali menunjukkan gaya bermainnya tersebut.

Paulo Fonseca (AS Roma)

Roma gagal mendapatkan satu tempat di Liga Champions musim depan. Hal ini membuat pelatih baru mereka Fonseca harus mengangkat moral anak asuhnya untuk dapat kembali ke empat besar.

Giallorossi memang masih akan berlaga di Europa League dan Fonseca memiliki trek rekor apik kala berlaga di kompetisi Eropa, setelah sukses membawa Shaktar Donetsk lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim 2017-18. Namun ia harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya jika ingin meraih kesuksesan di Stadio Olimpico.

Marco Giampaolo (AC Milan)

Tugas Giampaolo cukup simpel yaitu kembali lolos ke kualifikasi Liga Champions. Kegagalan Gennaro Gattuso pada musim lalu harus membuatnya angkat kaki dari San Siro. Musim lalu adalah musim yang sangat buruk bagi Milan dan setelah membawa Sampdoria finish di peringkat ke-9 musim lalu, Giampaolo harus segera memantapkan sistem yang bisa membuat Rossonerri bersaing masuk ke empat besar.

Skuad Milan memang kekurangan pemain berkualitas namun Giampaolo memiliki seorang penyerang berbahaya dalam diri Krzystof Piatek. Namun tugas utamanya adalah memperkuat pertahanan yang menjadi titik lemah kala masih ditukangi Gattuso. Beruntung Gianluigi Donnarumma bermain cukup konsisten di sepanjang musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *