Thomas Tuchel Larang Pemain PSG ke Klub Malam

Thomas Tuchel Larang Pemain PSG ke Klub Malam

Pelatih Paris Sant Germain sebelumnya yakni Unai Emery dikenal cukup baik hati dan fleksibel terhadap para pemain bahkan terkesan sedikit membebaskan para pemainnya. Namun dengan bergantinya pelatih Paris Sant Germain menjadi Thomas Tuchel nampaknya kini para pemain PSG tak lagi dapat sebebas dulu. Mantan arsitek Borussia Dortmund ini memang dikenal memiliki gaya kepelatihan yang ketat dan tegas.

Bahkan untuk membuktikan keseriusannya akan ketegasannya Thomas Tuchel rela mengunjungi klub malam besar yang ada di Prancis yang menjadi langganan para pemain Paris Sant Germain yang senang pesta malam. Tuchel mengunjungi pemilik klub malam tersebut untuk menemui para pemiliknya dan meminta mereka untuk membantu mengawasi siapakah pemain Paris Sant Germain yang kedapatan melanggar jam malam yang telah ditetapkan Tuchel.

Berbagai aturan ketat yang diberikan oleh Tuchel kepada pemain tak lain dan tak bukan untuk menjaga performa pemain itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa performa pemain tidak hanya ditentukan oleh pola latihan pemain tersebut, tetapi juga oleh pola makan dan gaya hidup sanga pemain.

Selain melarang pemain keluar larut malam, Tuchel juga melarang pemain Paris Sant Germain untuk makan makanan cepat saji, makan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, serta minum minuman bersoda. Bahkan para anak asuhnya juga dilarang makan pasta setelah melakoni pertandingan.

Tuchel memang dipastikan akan melaksanakan aturan ketat kepada pemainnya karena Tuchel diberi target berat oleh manajemen Paris Sant Germain. Sebelumnya Tuchel diharapkan dapat membawa PSG dapat berbicara banyak pada kompetisi domestik maupun Eropa. Hal ini tentu saja cukup wajar mengingat manajemen PSG telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membangun skuad Paris Sant Germain saat ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa musim lalu Paris Sant Germain harus tersingkir di babak 16 besar Liga Champion setelah babak belur dihajar Real Madrid dengan agregat akhir 2-5. Kita nantikan saja apakah aturan ketat yang diberikan Tuchel akan berdampak signifikan terhadap performa pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *