Pantaskah Pogba Masuk Tim Terbaik Premier League Musim Ini?

Masuknya Paul Pogba kedalam daftar PFA Premier League Team of the Year membuat banyak pihak mengkritisi keputusan tersebut.

Pemain yang mengantarkan Prancis juara dunia 2018 di Rusia ini tidak terlalu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain penting Manchester United. Performanya tidak konsisten bersama tim. Terkadang ia bermain sangat apik namun kemudian kembali melempem.

Di bawah pelatih Jose Mourinho, performa Pogba memang menurun, namun ketika Ole Gunnar Solksjaer menukangi tim sebagai pengganti Mou mantan pemain Juventus ini kembali menunjukkan performa terbaiknya. Pogba menjadi pemain kunci bagi United untuk merangsek naik ke posisi empat besar.

Secara keseluruhan, gelandang asal Prancis ini telah mencetak 13 gol dan menyumbang sembilan assist di Premier League. Sebuah torehan yang cukup apik. Namun tujuh penalty yang dilesakkannya menuai kontroversi dan performanya belakangan ini kembali merosot.

Pogba bermain sangat buruk ketika timnya dibantai Everton empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Kemudian Pogba gagal mengangkat performa timnya kala menelan kekalahan di partai derby melawan Manchester City 2-0 Rabu lalu. Meskipun ia mencetak dua gol dari titik putih disaat performanya tidak konsisten, Pogba tetap gagal mencetak gol dari sepuluh pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Berbagai pertanyaan mengemuka, apakah Pogba salah satu pemain terbaik di Premier League? Bagaimana jika dibandingkan dengan gelandang lain secara statistik?

Eriksen Rival Berat

Christian Eriksen menunjukkan performa cukup baik bagi Tottenham Hotspur musim ini. Pemain asal Denmark ini seharusnya bisa menjadi saingan Pogba. Pemain bernomor punggung 23 ini telah terlibat dalam 19 gol yang dicetak Spurs (tujuh gol dan 12 assist). Rekor gol atau assist Pogba setiap 124.5 menit juga lebih baik dibandingkan rekor Eriksen (131.6) meskipun gelandang Spurs itu tidak menjadi algojo penalty. Eriksen telah menciptakan 70 peluang emas, 18 lebih banyak dibandingkan Pogba, namun pemain asal Prancis tersebut unggul hampir di statistic lainnya. Akurasi umpan Pogba mencapai 83.07% lebih tinggi dibandingkan Eriksen yang hanya 81.22%. Pogba juga lebih efektif dalam pergerakan tanpa bola, melakukan 59 sapuan bersih dan intersep jika dibandingkan dengan mantan pemain Ajax tersebut.

Neves dan Sigurdssonn Nyaris

Gylfi Sigurdsson adalah satu-satunya gelandang yang bisa menyaingi Pogba dalam hal keterlibatan gol (18). Pemain Everton ini juga telah menciptakan 16 peluang lebih banyak dibandingkan mantan pemain Juventus tersebut. Sigurdsson juga melakukan lebih banyak sapuan bersih dan intersep dibandingkan Pogba dengan torehan 74, meskipun masih ada beberapa statistic yang masih belum bisa melebihi Pogba. Faktanya, Pogba secara statistic adalah gelandang serba bisa.

Meskipun tidak memiliki kekuatan dalam bertahan sebaik Ruben Neves yang telah melakukan 136 sapuan bersih dan intersep, namun pemain internasional Portugal ini tidak efektif saat menyerang dimana hanya menorehkan 23 peluang emas.

Moutinho Alternatif

Rival terberat Pogba dalam sebagai gelandang serba bisa adalah rekan satu tim Neves di Wolves yaitu Joao Moutinho. Dengan torehan delapan assist, gelandang veteran ini hanya kalah satu angka dari Pogba meskipun ia telah menciptakan lebih banyak peluang (77) dan akurasi umpannya lebih baik dari Pogba (85.08%). Moutinho juga sangat efektif di sepertiga lapangan dimana 77% umpannya di area tersebut selalu menemui sasaran dibandingkan sang gelandang United yang hanya mengemas 73.9%. Moutinho pun memiliki pergerakan bola lebih baik dibandingkan Pogba dimana mantan pemain Monaco tersebut melakukan 144 sapuan bersih dan intersep. Namun jika tujuh penalty koleksi Pogba tidak dihitung, ia masih lebih banyak lima gol dibandingkan playmaker Wolves tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *