Nasri Diskors 18 Bulan Atas Kasus Doping

Nasri Diskors 18 Bulan Atas Kasus Doping

Samir Nasri mendapat tambahan hukuman menjadi 18 bulan setelah UEFA mengajukan banding terhadap putusan hukuman awal Nasri. Pada awalnya Nasri diketahui menggunakan suntikan cairan steril dengan komponen mikronutrien melebihi batas yang diperbolehkan pada tahun 2016 silam ketika sedang berlibur di Los Angeles, Amerika Serikat. Sebenarnya Badan Antidoping Dunia (WADA) tidak melarang penggunakan cairan tersebut, namun takaran yang diperbolehkan hanya 50 ml per enam jam untuk atlet aktif, sedangkan Nasri menggunakan Dosis sepuluh kali lebih besar dari yang diperbolehkan.

Hal tersebut tentu melanggar aturan dan komisi disiplin UEFA memberikan sanksi skorsing selama enam bulan. Namun pihak UEFA mengajukan banding terhadap putusan tersebut karena menganggap terlalu ringan. Setelah banding dimenangkan oleh pihak UEFA, hukuman Nasri diperberat menjadi skorsing 18 bulan.

Nasib Nasri semakin menyedihkan lantaran ia saat ini tidak memiliki klub tempat bernaung. Hukuman untuk Nasri tersebut sudah mulai berlaku sejak 1 juli 2017 silam dan artinya Nasri baru boleh bergabung dengan klub sepak bola mulai November 2019 mendatang. Kasus doping yang dialami oleh Nasri ini memang sungguh menyedihkan. Ini merupakan salah satu pelajaran bagi semua atlet di dunia tidak hanya para pemain sepak bola saja bahwa doping dapat menghancurkan karier seorang atlet. Bayangkan saja sebelumnya Nasri adalah bintang muda yang namanya pernah bersinar bersama klub klub besar seperti Arsenal, Manchester City, hingga Sevilla. Namun nama besarnya diatas lapangan hijau hancur karena penggunaan doping.

Klub Nasri terakhir yang pernah tercatat sebelum ia terkena kasus doping adalah klub Turki, Antalyaspor. Usia Nasri kini sudah tak lagi muda. Ia tercatat sudah berusia sekitar 30 tahun, dan kariernya di dunia sepak bola mungkin sudah tamat. Tentu sangat disayangkan apa yang terjadi pada Nasri. Terlepas dari penyebab penggunaan doping yang dilakukan Nasri, kita doakan saja semoga nasib Nasri dapat lebih baik lagi dan tidak ada lagi pesepak bola yang mengalami nasib serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *