Kalac Ingin Giampaolo Bawa Milan Kembali ke UCL

Zeljko Kalac berharap Marco Giampaolo bisa membawa AC Milan kembali berlaga di Liga Champions setelah kedatangan pelatih asal Italia tersebut ke San Siro.

Giampaolo akan menukangi Milan pada musim 2019-20 mendatang setelah memutuskan hengkang dari Sampdoria untuk menggantikan posisi Gennaro Gattuso dengan kontrak selama dua tahun di San Siro.

Pelatih berusia 51 tahun tersebut merapat ke Milan setelah membawa Sampdoria konsisten di posisi sepuluh besar dengan menawarkan gaya bermain atraktif selama tiga musim di Genoa.

Sejak tahun 2013 Milan sebagai pengoleksi 18 gelar Serie A selalu gagal finish di empat besar namun mantan penjaga gawang Rossonerri tidak sabar untuk segera menikmati petualangan Giampaolo.

“Mereka memainkan sepakbola atraktif,” ujar Kalac yang sukses meraih gelar Liga Champions, UEFA Super Cup dan Club World Cup selama empat tahun membela Milan. “Gaya bermain mereka sangat fantastis. Ia sangat mengandalkan pengusaan bola yang dibangun dari lini belakang. Gaya bermain mereka sangat menghibur.

“Ia membawa Sampdoria tampil konsisten musim lalu dengan pemain-pemain yang kualitasnya tidak sebaik Milan. Jadi saya pikir dengan pemain berkualitas yang ada di Milan, mereka akan tampil lebih baik.

“Saya berharap Milan dapat bersaing kembali di empat besar untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Satu hal yang saya pahami adalah tentu saja ada alasan mengapa begitu banyak bintang yang ada di kostum Milan. Mereka harus kembali ke Liga Champions dan bersaing dengan para elit.”

Legenda Milan, Gattuso, hengkang pada bulan lalu setelah gagal membawa Milan lolos ke kualifikasi Liga Champions.

Gattuso naik kasta dari tim Primavera pada November 2017 setelah dipecatnya Vincenzo Montella dan pada musim penuhnya menukangi Milan mereka hanya finish satu poin dibelakang tim peringkat empat yaitu Inter Milan.

Kalac, yang pernah bermain bersama Gattuso antara 2005 dan 2009 setelah diboyong dari Perugia, menambahkan: “Apa yang telah Rino lakukan cukup impresif. Ia membawa tradisi kembali ke Milan. Ada satu hal yang saya percaya di dunia sepakbola dan hal tersebut adalah tradisi pada sebuah klub dan saya rasa Rino telah membawa hal itu kembali ke klub.

“Apakah ia menukangi tim terbaik? Mungkin saja tidak. Namun apa yang telah ia lakukan cukup luar biasa sebagai bagian dari sejarah Milan. Rino selalu memberikan yang terbaik bagi Milan. Banyak orang yang tidak mengerti tekanan yang akan dirasakan ketika melatih Milan. Tekanannya cukup berat.”

Orang Baru Tapi Lama

Milan memiliki wajah baru tapi lama jelang musim 2019-20 setelah menunjuk legenda tim Paolo Maldini menjadi direktur teknik. Maldini menggantikan posisi legenda Milan lainnya, Leonardo, yang kembali ke Paris Saint Germain. Mantan playmaker mereka di era 90an, Zvonimir Boban pun mengikuti jejak Maldini yang ditunjuk sebagai Chief Football Officer setelah meninggalkan posisinya di FIFA. Sementara mantan direktur Roma, Frederic Massara ditunjuk sebagai direktur olahraga.

“Saya rasa mereka menunjuk orang yang tepat. Maldini adalah Milan dan paham tradisi klub ini,” ujar mantan penjaga gawang tim nasional Austria ini. “Yang hilang dari Milan selama bertahun-tahun adalah tradisi, bukan hanya para pemain tetapi juga orang-orang di belakang layar. Saya ingat ketika datang pertama kali ke Milan, mereka adalah orang-orang professional namun haus akan kesuksesan. Mereka akan mengembalikan tradisi tersebut.

“Setelah Maldini dan Boban merapat, mereka memiliki orang-orang yang paham pemain-pemain mana yang diinginkan oleh para pendukung.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *