David De Gea 2023: Rating Penjaga Gawang Era Ferguson

Setelah beberapa bulan penuh dengan spekulasi, David De Gea telah memutuskan masa depannya tetap bersama Manchester United setelah setuju memperpanjang kontrak.

Penjaga gawang tim nasional Spanyol ini setuju menandatangani perpanjangan kontrak hingga musim 2022-23 dengan opsi tambahan satu musim.

De Gea adalah salah satu pemain senior United, setelah memutuskan bergabung ke Old Trafford dari Atletico Madrid ketika masih berusia 20 tahun di tahun 2011 lalu. Ia adalah salah satu rekrutan terakhir yang dilakukan oleh Alex Ferguson sebelum memutuskan pensiun dua tahun kemudian.

Fergie banyak mendatangkan penjaga gawang selama 27 tahun karirnya di bersama Red Devils. Beberapa dari mereka sukses menjadi legenda, namun ada juga yang gagal menunjukkan kualitas terbaiknya.

Berikut ini adalah beberapa penjaga gawang yang bergabung dengan United di masa kepelatihan Sir Alex.

Peter Schmeichel (1991-99)

Digadang-gadang menjadi penjaga gawang terbaik United, Schmeichel sukses meraih 11 gelar bergengsi bersama Red Devils termasuk meraih treble bersejarah pada musim 1998-99. Bahkan ketika memutuskan untuk bergabung bersama Manchester City sebelum pensiun tidak melunturkan sejarah pria asal Denmark tersebut di Old Trafford.

Raimond van der Gouw (1996-2002)

Van der Gouw adalah pelapis Schmeichel dan lalu Fabien Barthez yang menjadi rekrutan krusial bagi United meskipun ia penjaga gawang asal Belanda ini tidak terlalu sering bermain.

Mark Bosnich (1989-91, 1999-01)

Setelah melewati karir yang singkat di klub kala masih remaja, Bosnich kembali ke Old Trafford untuk menggantikan Schmeichel di tahun 1999. Ia meraih gelar Premier League namun seringkali bermain ceroboh khususnya ketika menyapu bola dan Ferguson sempat melempatkan kritik mengenai profesionalitas yang pemain.

Massimo Taibi (1999)

United merekrut Taibi dengan banderol 4.5 juta pounds, sebuah harga yang cukup mahal kala itu. Taibi melewati laga debut dengan cukup sukses setelah mengalahkan rival abadi Liverpool, namun menjadi pesakitan kala menghadapi Southampton dan kekalahan lima gol tanpa balas dari Chelsea membuat karirnya di United berakhir.

Fabien Barthez (2000-04)

Penjaga gawang yang mengantar Prancis juara Piala Dunia 1998, Barthez adalah penjaga gawang dengan talenta luar biasa namun seringkali melakukan kesalahan fatal. Ia meraih dua gelar Premier League berama United namun tidak bisa benar-benar menampilkan performa terbaiknya. Para pendukung United pasti tidak akan pernah melupakan ciuman Larent Blanc ke kepala plontos mantan kiper Marseille ini yang menjadi rutinitas jelang pertandingan.

Roy Carrol (2001-05)

Jika menyebut nama Roy Carrol anda pasti langsung teringat dengan Pedro Mendez. Penjaga gawang yang ikut meraih gelar Premier League dan FA Cup bersama United melakukan kesalahan fatal kala menghadapi Tottenham Hotspur yang tentu saja terngiang di benak para pendukung United, meskipun wasit tidak memberikan gol kepada Spurs. Setidaknya kejadian tersebut membuat FIFA melakukan inovasi dengan menggunakan goal-line technology.

Tim Howard (2003-07)

Seorang penjaga gawang dengan talenta menjanjikan, Howard kesulitan mendapatkan tempat utama di Old Trafford. Namun ia memiliki karir yang lebih baik di Everton dan tim nasional Amerika Serikat.

Edwin Van Der Sar (2005-11)

Membutuhkan waktu enam tahun, namun United akhirnya bisa mendapatkan pengganti Schmeichel. Van der Sar menjadi salah satu penjaga gawang terbaik United dengan menyabet empat gelar Premier League dan Liga Champions.

Tomasz Kuszczak (2006-12)

Debut yang sempurna dengan menggagalkan penalty lawan, Kuszczak adalah deputi Van der Sar. Namun sayangnya ia tidak memiliki rasa percaya diri tinggi, meskipun sukses meraih tujuh gelar mayor bersama tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *