Chile V Jepang: Juara Bertahan Siap Pertahankan Gelar

Chile akan mengawali petualangan mereka untuk meraih gelar Copa America ketiga kalinya secara beruntun kala menghadapi Jepang di Sao Paulo dalam partai perdana Grup C.

La Roja sukses mengalahkan Argentina dalam drama adu penalty pada dua laga final edisi 2015 dan 2016, meskipun tentu saja banyak perubahan yang telah dialami Chile saat ini. Juan Antonio Pizzi telah didepak setelah gagal di kualifikasi Piala Dunia 2018. Reinaldo Rueda ditunjukkan menggantik Pizzi.

Pelatih asal Kolombia tersebut hanya meraih lima kemenangan dari 13 laga sejak menangani tim pada Januari 2018 lalu meskipun memiliki skuad dengan nama-nama mentereng jelang turnamen yang mentas di Brazil ini.

Arturo Vidal adalah salah satu pemain senior yang masih berkiprah di tim nasional dan pemain tengah Barcelona ini yakin Chile bisa tampil maksimal untuk mempertahankan gelar juara. Jika Chile berhasil mempertahankan gelar, mereka akan bergabung bersama Argentina sebagai tim yang sukses menjuarai turnamen ini tiga kali beruntun.

“Skuad ini pantas untuk ditakuti, dari babak penyisihan hingga final,” ujar Vidal pada media. “Kami harap kali ini akan sangat fantastis, namun kami harus fokus laga demi laga.

“Segala sesuatunya berawal dari sebuah proses baru, pemain baru, dan pelatih baru. Butuh waktu lama untuk menyatukan visi kami kembali.”

Sementara itu Jepang yang menjadi tim undangan pada turnamen ini untuk kedua kalinya setelah tampil di edisi 1999 yang mentas di Paraguay.

Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu memiliki rekor impresif selama menukangi tim dengan mencetak 12 kemenangan dari 16 laga, namun harus berjuang keras untuk lolos ke babak selanjutnya dengan mengandalkan banyak pemain muda yang dipersiapkan untuk tampil di Olimpiade 2020.

Takefusa Kubo, yang baru saja menandatangani kontrak dengan Real Madrid, adalah salah satu pemain muda yang akan mencuri perhatian selama turnamen berlangsung. Sementara itu sang kapten Shinji Okazaki dan penjaga gawang Eiji Kawashima adalah dua nama senior yang akan memberikan pengalaman mereka kepada para pemain junior.

“Saya tidak sabar untuk bermain di Copa America. Ini adalah turnamen dengan level paling tinggi di dunia,” ujar Moriyasu kepada wartawan.

“Turnamen ini akan kami gunakan untuk menunjukkan kekuatan kami dan bagaimana kami akan bermain.”

Pemain Kunci

Shinji Okazaki – Jepang

Okazaki adalah pahlawan Leicester City kala sukses mengejutkan dunia dengan meraih gelar Premier League musim 2015-16. Namun apakah ia bisa membawa negaranya untuk kembali membuat kejutan di Brazil? Jepang tentu saja akan sangat mengandalkan sang kapten di lini depan untuk berbuat banyak melawan Chile.

Arturo Vidal – Chile

Chile masih belum mampu menunjukkan performa terbaiknya dibawah asuhan Rueda. Namun Vidal tetap akan diandalkan oleh tim untuk membawa Chile kembali ke level permainan mereka sebenarnya. Gelandang berusia 32 tahun ini adalah salah satu dari enam pemain di skuad Chile yang sukses mencatatkan 100 penampilan bersama tim nasional di level internasional.

Fakta-Fakta Pertandingan

– Jepang dan Chile sebelumnya pernah bertemu dua kali di laga uji coba. Laga pertama yang mentas di Tokyo tahun 2008 lalu berakhir imbang tanpa gol. Setahun kemudian Jepang sukses mengalahkan Chile empat gol tanpa balas di tempat yang sama. Chile hanya menelan satu kekalahan dari tujuh pertemuan dengan raksasa Asia tersebut di tempat netral (W4 D2).

– Jepang hanya mencetak satu kemenangan dari 13 laga resmi melawan wakil dari Amerika Selatan (D4 L8). Kemenangan tersebut diraih atas Kolombia di Piala Dunia 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *