Bos Munchen Salahkan Manchester City dan Paris Saint Germain

Bos Munchen Salahkan Manchester City dan Paris Saint Germain

CEO Bayern Munchen Karl-Heinz Rummenigge menganggap bahwa semakin gilanya harga pemain sepak bola saat ini disebabkan karena ulah Manchester City dan juga Paris Saint Germain. Saat ini standar harga pemain dunia sudah melonjak berkali kali lipat setelah kedua klub yang disebutkan tersebut rela membayarkan dana tak terbatas untuk membeli seorang pemain.

Manchester City dan Paris Saint Germain memang menjadi dua klub paling royal dalam hal membeli pemain. Sebut saja seperti Manchester City sudah menghabiskan dana sekitar €526 juta atau setara dengan 8,7 triliun Rupiah untuk membeli pemain, dan yang menjadi catatan angka tersebut hanya dihabiskan Manchester City selama era kepemimpinan Pep Guardiola saja. Sebuah angka yang sungguh fantastis bukan? Belum lagi jika kita membahas Paris Saint Germain yang belum berhenti mencetak rekor pembelian pemain termahal dunia. Saat Neymar di datangkan Paris Saint Germaind dari Barcelona, PSG memecahkan rekor pemain termahal dengan nilai kontrak Neymar saat itu €222 juta pada tahun 2017. Rummenigge meyakini jika melambungnya harga para pemain bintang saat ini adalah karena berbagai keputusan transfer dua klub kaya tersebut.

“Jika harga-harga melambung, maka kesalahan ada di Manchester City dan Paris Saint-Germain. Lihat saja Real Madrid yang beberapa tahun terakhir yang hampir tidak mengeluarkan uang. Anda tidak perlu gila-gilaan di bursa transfer untuk memenangi Liga Champions, dan itu menjadi filosofi kami,” ujar Rummenigge

Rummenigge juga tak lupa mengomentari transfer Ronaldo, ia menyebutkan bahwa transfer Ronaldo ke Juventus amat baik untuk Juventus maupun untuk liga Italia yang dinilai kehilangan pamornya selama beberapa tahun belakangan ini.

Namun rummenigge juga menyebutkan bahwa bayern Munchen tidak akan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli seorang pemain yang telah berusia 33 tahun. Transfer Ronaldo ke Juventus memang dianggap sebagai sebuah kesalahan karena membeli seorang pemain yang sudah ‘tua’ dengan harga yang terlalu mahal, namun sekaligus kembali meningkatkan daya tarik liga Italia di dunia sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *